Antisipasi Eks PSK Dadap, Kosan di Kosambi akan Dirazia
KOSAMBI,SNOL Camat Kosambi, Kabupaten Tangerang menginstruksikan seluruh lurah dan kepala desa di wilayahnya untuk melakukan pendataan terhadap penghuni kosan, untuk mengantisipasi eks PSK Dadap pindah ke wilayah tersebut.
Camat Murhadi mengaku menerima beberapa laporan dari warga yang merasa terganggu akibat keberadaan PSK eks Dadap di wilayahnya yang menjadikan kosan sebagai tempat mesum.
“Laporan telah ada yang masuk, untuk itu kami menginstrusikan kepada lurah dan kades untuk melakukan pemantau yang lebih intensif,” kata mantan Camat Cisauk ini.
Razia akan efektif dilakukan setelah penutupan Dadap selesai. “Agar lebih fokus razia kosan akan dilakukan paralel setelah penutupan Dadap Cheng in,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, meski saat ini telah banyak PSK Dadap yang pulang kampung, namun penelusuran Satelit News menunjukkan sebagian dari merekamemilih bertahan di kawasan tersebut. Mereka tetap melakukan aktifitasnya dengan beralih ke hotel dan kosan, khususnya yang berada di sekitar Dadap -Kosambi.
Selain memanfaatkan nomor telepon para pelanggannya, para PSK tersebut menggunakan berbagai media jejaring sosial yang ada seperti Twitter dan WeCat untuk menjajakan diri.
Para PSK ini mengaku untuk mendapatkan layanan seks di kosan, para lelaki hidung belang cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 300 ribu saja.
Pemkab Tangerang berencana melakukan penutupan lokasi prostitusi Dadap Cheng In pada 23 Mei 2016 mendatang. Sebelum penertiban, sesuai peraturan yang berlaku, Pemkab Tangerang akan memberikan ber-bagai tahapan berupa sosialisasi, surat peringatan satu hingga tiga, baru penertiban sebagai tahap akhir.(hendra/satelitnews)