Pemprov Minta Ormas Tidak Anarkis

SERANG,SNOL—Pemprov Banten peringatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) bernuansa islam untuk tidak melakukan perbuatan anarkis dalam menyikapi persoalan umat yang sebenarnya merupakan tugas aparat penegak hukum. Itu penting dilakukan GUNA menimalisir citra negatif terhadap ajaran Islam yang Rahmatan Lilalamain (Rahmat bagi semua alam semesta).Asda II Pemprov Banten Iing Suwargi mengatakan, pada dasarnya ormas Islam dibentuk untuk mempererat tali silaturahim antar umat, bukan malah mengambil alih tugas aparat kepolisian dalam menyikapi persoalan tertentu. Oleh karena itu, pimpinan ormas itu harus memberikan pemahaman kepada para anggotanya.

“Ormas adalah Sarana peningkatan takwa kepada Allah SWT,” kata Iing, saat memberikan kata sambutan dalam acara Istighosah Dekalarasi dan Pelantikan Pengurus Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) Tingkat Provinsi dan Kabupaten / Kota se- Banten di Masjid Ats-Tsauroh Serang, Rabu (16/12).

Dikatakan Iing, sebagai muslim,  kiprah ormas sangat dinantikan eksistensinya membantu program pemerintah yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, lantaran ormas itu juga bisa menjadi jembatan aspirasi antara warga dan Pemprov. “Intinya ormas itu dijadikan majlis mudzakaroh (pembelajaran,red),” papar Iing yang juga mantan Kepala Dinas SDA dan Pemukiman Banten ini.

Meski begitu, Iing mengaku Pemprov tidak akan alergi kritik yang disampaikan ormas, sepanjang kritikan itu sesuai aturan hukum dan tidak ada unsur fitnah. Intinya kritik itu disampaikan untuk mengingatkan bukan malah menjatuhkan.

“Dalam penyelenggaran acara ini, hari ini saya melihat hal pokok. Pertama, istighosah merupakan bentuk keagungan Allah SWT melalui doa bersama. Kedua, berkumpulnya ulama merupakan jembatan yang kokoh baik antara Tuhan maupun manusia. Ketiga, sabagai mitra pemerintah untuk pembinaan umat dan berkontribusi mencegah berkembangnya maksiat. Oleh karena itu kiprah RPM sangat dinanti utk pembinaan umat dan mengambangkan syiar Islam. Kami dan semua warga Banten berharap pada ormas ini menjadi pilar dalam memjaga tata pergaulan masyarakat Banten,” harap Iing, seraya mengakui ormas RPM ini juga wajib membela dan menjaga keutuhan NKRI.

Menanggapi pernyataan Asda II Pemprov Banten tersebut, Ketua RPM Banten KH Uki Fachruroji mengaku siap menjalankan roda organisasi RPM sesuai dengan aturan yang ada. Pihaknya juga siap memberikan kritik yang konstruktif terhadap kebijakan Pemrov yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan warga. “Intinya kita adalah amar ma’ruf nahyi munkar (mencegah perbuatan jelek dan menganjurkan poerbuatan yang buruk,” ujarnya.

Seperti diketahui, selain deklarasi dan pelantikan RPM, acara yersebut juga diisi dengan kegiatan santunan terhadap anak yatim dan keluarga yang tidak mampu di Banten, yang anggarannya berasal dari pengurus RPM. (ahmadi/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.