Kesal 20 Tahun Tak Diaspal, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Ini

PANDEGLANG, SNOL Selama kurang lebih 20 tahun masyarakat Kampung Cilampung Bojongkoneng, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang tidak pernah merasakan memiliki jalan layak.

Jalan yang ada, yakni sepanjang kurang lebih 3 Km sama sekali belum diaspal ataupun dicor. Padahal jalan tersebut merupakan pendukung aktivitas keseharian baik untuk membawa hasil tanaman ataupun kegiatan lainnya.

Mereka pun tidak pernah merasa merdeka. Perasaan belum merdeka dan bentuk protes kepada Pemkab Pandeglang itu diungkapkan oleh para warga dengan menanami badan jalan dengan pohon pisang. Warga juga berjanji tidak akan mencabut kembali tanaman itu. Sebab jalan tersebut sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan.

Salah seorang warga yang ikut serta menanam pohon pisang di jalan itu, Jarian (40) mengungkapkan, jalan di kampungnya itu akses menuju tiga desa yakni desa Cipinang, Sumurlaban dan desa Kadupandak.

“Jalannya itu sampai saat ini masih berbentuk tanah, kalau cuacanya tidak hujan jalan ini bisa dilalui, tapi jika hujan jangan harap kami bisa melintas. Pokoknya, jalan ini tidak akan bisa dilalui kendaraan apapun dan semua aktivitas kami lumpuh,” keluh Jarian, Senin (10/10).

Dia dan warga lainnya merasa belum merdeka kalau jalan itu tidak juga dibangun dengan layak. “Kami berencana pohon yang kami tanami itu tidak akan pernah kami cabut kembali sampai jalan ke kampung kami dilakukan pembangunan oleh Pemkab Pandeglang. Paling kami menyisakan jalan setapak yang penting bisa melintas membawa hasil panen dengan menggunakan kendaraan roda dua,” tegasnya.

Warga lainnya, Narta (42) menambahkan jika jalan terus-terusan dibiarkan seperti itu, semua warga di wilayahnya terancam terisolir. “Setiap musim panen padi tiba, kami mengangkut hasil panen melalui jalur ini karena tidak ada jalan alternatif lain yang bisa dilalui. Tentu saja kondisi jalan yang masih tanah ini membuat kami kewalahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari,” keluhnya.

Camat Angsana Mimif Mulyadi mengaku, belum mengetahui informasi akan dibangun atau tidaknya jalan tersebut. Tapi, pihaknya juga terus melakukan usulan agar jalan itu dilakukan pembangunan.

Dia juga tidak bisa menyalahkan sikap warga yang telah melakukan penanaman pohon pisang di sepanjang jalur tersebut. “Wajar kalau warga merasa kesal dengan menanam pisang di jalan itu, mungkin bentuk kekesalan dan protes agar jalan itu cepat di bangun,” katanya. (nipal/made/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.