Nyabu, Tiga Oknum PNS Diciduk Polisi

PAMULANG,SN–Tiga oknum pegawai Negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkot Tangsel dikabarkan dibekuk jajaran Mapolres Jakarta Barat lantaran mengkonsumsi narkotika jenis sabu. Namun setelahnya, ketiganya dibebaskan dan direkomendasikan untuk masuk panti rehabilitasi.Informasi yang diterima, ketiga oknum yakni, H, J dan D bertugas di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekda Kota Tangsel, kemudian satu orang lagi warga sipil berinisial W. Mereka dibekuk pada Jumat, (28/8) di Panunggangan, Kota Tangerang. Kabar yang beredar dari keempat orang ini kedapatan membawa 1,5 gram sabu dan lima butir pil ekstasi.

Setelah hasil pemeriksaan pada malam itu juga, pihak Mapolres Jakarta Barat melepas keempatnya. Lantaran, tidak kedapatan membawa barang haram untuk dijadikan barang bukti. “Sudah kita lepas lagi. Karena tidak ada barang bukti saat penangkapan,” kata Wakapolres Jakarta Barat AKBP Bahtiar Ujang Purnama, Kamis (3/9).

Untuk itu, kata dia, pihaknya memberikan rekomendasi kepada ke empat pemakai narkoba tersebut untuk direhabilitasi. “Kepada keempatnya kita rekomendasikan menjalani rehabilitasi ketergantungan obat-obatan terlarang,” ujarnya.

Sementara, rekan H di kantor ULP Setda Kota Tangsel, Asep mengaku tidak tahu menahu adanya penangkapan rekan kerja. Pada hari ini (kemarin,red) H bekerja seperti biasa. Namun, hingga pukul 11.00 di kantor ULP tidak kelihtan batang hidung H. “Masuk kerja kok. Tapi belum datang. Kalau J lagi urusan di BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan),” katanya.

Disinggung kasus penangkapan terhadap H, J dan D, Asep tidak ingin berkomentar. “Kalau ditanya urusan kantor mau jawab. Kalau kasusnya saya gak mau jawab,” elaknya.

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan pada BKPP Kota Tangsel, Effy Karinawaty Asmi, tampak tak begitu kaget dengan kasus yang menimpa oknum PNS itu. Diapun mencoba menghubungi sambungan BlackBerry Messager (BBM) milik J, salah satu oknum PNS yang turut diciduk polisi.

Effy pun membenarkan jika ketiga oknum PNS itu bertugas di kantor ULP. “Dari hari Minggu malam gosip-gosipnya ada yang ketangkap sudah tersebar. Ini juga BlackBerry si J enggak bisa dihubungi, ditelepon tidak aktif,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tangsel AKBP Heri Istu mengaku belum menerima laporan adanya oknum PNS yang ditangkap jajaran korps bhayangkara atas kasus narkoba. Kalaupun benar kabar itu, pihaknya bakal menyelidiki dan memmeriksa. “Kita akan tindak lanjuti kebenaran kabar ini,” katanya.

Dengan adanya kasus tersebut, sambung Heri, pihaknya bakal menggelar tes urine bagi seluruh PNS. Namun, tidak dalam waktu dekat ini. Soalnya, pengguna narkoba kalau sudah ada yang tertangkap. Untuk sementara tidak akan makai. Ini untuk menghindari pemeriksaan dan tes urine dari BNN.

“Bagi pengguna lebih baim melapor ke klinik untuk rehabilitasi. Atau, bisa lewat pesan singkat di program BRO and Sis P4GN,” pungkasnya. (pramita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.