Bilang Sama Warga Menes Mau Bikin Objek Wisata, Eh Tahunya Peternakan Buaya…
PANDEGLANG, SNOL Warga Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang merasa dibohongi oleh PT Muruy Perdana Lestari. Semula warga diberitahu pihaknya akan membangun obyek wisata, kenyataannya wilayah mereka justru dijadikan lokasi ternak buaya.
Tokoh masyarakat Desa Muruy, Soni mengatakan, awalnya lahan seluas kurang lebih empat hektar akan dijadikan tempat wisata yang menjadikan buaya sebagai ikon. Tetapi semuanya palsu belaka, karena malah dijadikan tempat khusus ternak buaya saja.
“Sangat jelas sekali, kami dibohongi oleh pengusaha itu, karena yang disosialisasikan kepada masyarakat buaya itu untuk wisata saja bukan ternak. Pada faktanya malah ternak buaya. Untuk itu, kami menolak keras adanya ternak buaya tersebut dan segera pihak Pemkab menutupnya,” tegas Soni, Kamis (27/10).
Menurutnya, kalau dari awal semua warga mengetahui rencana tersebut, pasti mereka tidak akan menandatangani izin lingkungan.
“Kami akan tetap melakukan penolakan, apalagi saat ini kondisinya yang saya ketahui pada Selasa buaya diturunkan ke lahan itu sebanyak 30 ekor dan itu bukan untuk ikon wisata di lokasi itu akan tetapi lebih kepada ternak,” jelasnya.
Warga dan pihak Desa Muruy berencana melayangkan surat penolakan kepada DPRD dan BPMPTSP (Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu) Pandeglang. Surat itu akan berisikan permintaan kepada dua belah pihak agar menutup ternak buaya tersebut dan mencabut ijin usahanya
Samin, salah seorang pekerja ternak buaya mengatakan, buaya yang ada di lokasi terdapat 30 ekor. “Kalau di sini hanya ditelurkan saja. Kalau untuk penetasannya bukan di sini, tetapi di luar daerah,” katanya.
Kades Muruy Ahmad Afandi mengaku, pihaknya mendukung langkah penolakan ternak buaya yang dilakukan warganya. Karena kata dia, pihaknya juga merasa dibohongi oleh pihak pengusaha ternak tersebut. Tadinya perusahaan itu hanya ijin objek wisata tapi setelah beres malah khusus dijadikan ternak buaya.
“Saat menurunkan buaya ke lokasi sama sekali tidak ada koordinasi ke kami. Bahkan ada informasi kalau dari perusahaan menginstruksikan kepada pekerjanya, buaya yang diturunkan itu tidak boleh diketahui oleh warga dan pemerintahan desa,” ungkapnya.
Menurutnya, ternak buaya harus dipindahkan dari wilayahnya. Karena selain sudah ada tindakan pembohongan dari perusahaan ternak, buaya itu juga bisa berbahaya bagi keselamatan warganya.
“Saya tegaskan pada intinya jangan sampai ada aktivitas ternak buaya di wilayah kami karena sudah tidak sesuai dengan pengajuan awal,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Satelit News belum mendapatkan konfirmasi dari manajemen perusahaan PT Muruy Perdana Lestari (nipal/made/satelitnews)