Ratusan Buruh Korsel Banjiri Waduk Karian

SERANG,SNOL Ratusan pekerja asal Korea Selatan membanjiri proyek pembangunan Waduk Karian di Lebak. Mereka bekerja sebagai buruh kasar dan sudah lama beraktivitas di megaproyek tersebut.

Anggota Komisi V Dedi Djubaedi, Senin (29/8) membenarkan adanya pekerja asing asal Korea dalam proyek Waduk Karian. “Jumlahnya ada seratus orang, dan pekerjaan mereka hanya ngaduk semen,” kata Dedi yang juga anggota dewan dari Dapil Lebak tersebut.

Ia mengaku menerima informasi keberadaan pekerja asing tersebut dari rekannya yang juga seorang wakil rakyat di Lebak. “Saya sudah ngecek ke lokasi. Di tempat warga asing bekerja itu, sangat tertutup, areanya dikel-iling pagar seng sehingga tidak ada warga yang dapat melihat. Saya dapat laporan langsung dari salah satu unsur pimpinan di DPRD Lebak,” ungkap Dedi yang juga Ketua Fraksi Nasdem DPRD Banten ini.

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya bersama dengan Komisi V DPRD Lebak akan mendatangi langsung dan meninjau ke lokasi. Jika informasi tersebut benar maka yang berwajib dan pihak terkait termasuk Disnakertrans Banten harus segera mengambil langkah tegas.

“Kedatangan warga asing tentunya sangat merugikan, dan pelangaran UU Keimigrasian. Makanya harus diambil langkah cepat. Tidak menutup kemungkinan masih banyak lagi kasus serupa. Apalagi beberapa waktu lalu ada tenaga asing ilegal dari Tiongkok yang juga pernah diproses oleh pihak berwajib,” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Banten, Adde Rosi Khoerunnisa meminta Dinskertrans untuk mengawasi tenaga kerja asing.

“Saya sih berharap, tidak terjadi lagi ada tenaga kerja asing ilegal di sini. Bagi kami di era MEA ini tidak masalah, asalkan para pekerja asing ini bekerja sesuai dengan ketentuan dan kelengkapan dokumen. Dan saya juga berharap, meski Kadisnakertrans Banten belum dilantik, tidak menyurutkan fungsi pegawasan ketenagakerjaan,” katanya.

Sementara, Kabid Pengawasan pada Disnakernartrans Banten, Alhamidi saat dihubungi melalui telepon genggamnya mengaku belum mengetahui adanya tenaga kerja asing dalam proyek Waduk Karian di Lebak.

“Saya belum tahu. Setelah ada temuan di Bojonegara, tidak menutup kemungkinan masih banyak lagi warga asing illegal yang bekerja di Banten,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku akan segera berkoordinasi dengan Disnaker Lebak, untuk mengecek kebenaran tersebut. “Kalau sekarang saya belum bisa bertindak, karena sampai dengan Rabu besok (hari ini, red) ada kegiatan Rakernas di Jakarta. Saya akan ke lapangan setelah selesai Rakernas,” ujarnya.

WNA yang bekerja, ujar Alhamdii, biasanya memanfaatkan visa kunjungan sebagai pelancong. “Mereka datang ke Indonesia resmi, hanya saja memang menyalahi izin tinggal, dan mereka tidak memiliki izin kerja yang dikeluarkan oleh ketenagakerjaan,” ungkapnya. (rus/aep/gto/bnn/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.