Mahasiswa Bawa Kado “Keranda” di HUT ke-9 Kota Serang
SERANG,SNOL Kota Serang genap berusia 9 tahun pada Rabu (10/8). Pada hari istimewa tersebut, sejumlah mahasiswa yang ter-gabung dalam Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD tempat dilangsungkannya paripurna istimewa.
Para mahasiswa juga membawa kado berupa ‘keranda’ yang dianggap sebagai simbol matinya pembangunan di ibukota Provinsi Banten ini.
Dalam aksinya, mahasiswa yang terdiri dari berbagai gabungan kampus di Kota Serang itu menyampaikan kekecewaan mereka kepada Pemkot Serang yang dinilai belum bisa memberikan perubahan sigifikan.
Mahasiswa yang berjumlah puluhan datang dengan melumuri badannya menggunakan cat hitam seraya menyuarakan aspirasinya di depan gedung DPRD Kota Serang. Aksi itu mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan anggota Satpol PP Kota Serang.
Selain membawa keranda mayat yang bertuliskan kota mati, sebagian mahasiswa menggunakan topeng berparas pejabat teras Kota Serang seperti, Walikota Serang Tubagus Haerul jaman, Wakil Walikota Serang, Sulhi Choir, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Tubagus Urip Henus Surawardana, dan Ketua DPRD Kota Serang, Subadri Usuludin.
Koordinator lapangan (Korlap) Hamas, Gustian Irwansyah, kepada wartawan mengatakan, pembangunan di Kota Serang masih jauh dari visi-misi yang digagas saat pembentukan Kota Serang.
“Kami kecewa pada usia yang ke-9 ini, Kota Serang masih banyak permasalahan yang dibiarkan oleh Pemkot Serang, seperti sektor ekononi, pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan masih masih belum baik yang masih jauh dari harapan dan stagnan,” ucapnya.
Ia menuturkan, jika melihat pertumbuhan ekonomi saat ini di Kota Serang sangat miris. Sebab inflasi selalu terjadi hingga mengakibatkan banyaknya pengangguran. Selain itu, untuk sektor pendidikan, meskipun di jantung kota namun nyatanya masih ada saja sarana prasarana yang tidak layak digunakan seperti yang terjadi di Kecamatan Cipocok Jaya, yakni salah satu madrasah yang tidak diperhatikan sehingga proses belajar mengajar harus ditunda hingga sarana-prasarana direnovasi.
“Selain itu juga di Kota Serang masih banyak Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), ada sekitar 3.660 RTLH, sementara untuk bantuan tersebut yang disalurkan dari Pemprov mencapai Rp 200 miliar,” ujarnya. Oleh karenanya, pihaknya menuntut Pemerintah Kota Serang untuk transparan soal dana RTLH.
Menanggapi tuntutan Hamas tersebut, Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman selepas acara rapat paripurna istimewa kepada wartawan mengatakan, bahwa saat ini pihaknya telah berupaya melakukan hal yang terbaik.
Selain itu ia mengklaim bahwa Kota Serang sendiri dari tahun ke tahun telah mengalami peningkatan baik dalam pendidikan, maupun pendapatan. “Investasi kita juga terus mengalami peningkatan, itu butuh waktu,” tandasnya.(mg9/made/satelitnews)