Ketua MPR: Penyitaan Barang Dagangan Salah, Tapi…
JAKARTA,SNOL Penyitaan barang dagangan seorang ibu pemilik warteg di Banten oleh Satpol Poll merupakan tindakan yang salah. Namun media diminta tidak perlu membesar-besarkan peristiwa tersebut.
“Penyitaan barang dagangan itu memang tindakan yang salah. Tapi sekarang bulan Ramadhan, rekan-rekan media jangan terlalu membesar-besarkan peristiwa itu,” kata Ketua MPR Zulkifli Hasan usai berbuka puasa di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Jl. Kemang Raya, Jakarta, Minggu (12/8).
Buka puasa bersama ini dihadiri antara lain Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, politikus Partai Demokrat Syarifuddin Hasan, anggota Komisi I DPR RI, duta besar negara sahabat.
Menurut Zulkifli, Kalau memang langkah Satpol PP dalam penertiban itu salah maka perlu tindakan, mengembalikan barang dagangan yang di sita. “Itu memang tindakan salah, sudah keterlaluan. Barang dagangan sitaan perlu dikembalikan. Tapi peristiwa itu bukan sesuatu yang luar biasa,” katanya.
Zulkifli meminta media tidak perlu memblowup peristiwa itu terus menerus. “Tiga hari saya rasa sudah cukup. Sebab persoalan kita sangat banyak. Saya baru pulang dari Garut. Di sana etani ada 100 orang tapi hanya 4 orang yang punya lahan. Lainnya, 96 hanya petani penggarap. Dalam pangan, konnsumen mendapat harga paling mahal. Harga di tingkat petani paling murah. Ini persoalan besar,” paparnya.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid juga sependapat bahwa penyitaan barang pemilik warteg oleh Satpol PP yang terjadi di Banten itu memang berlebihan. “Tapi kita juga harus saling menghormati. Kalau sudah ada aturann, ya aturan itu dihormati,” ujarnya.
Hidayat mengatakan Satpol PP juga jangan hanya berani kepada pemilik warteg. “Juga perlu menindak warung-warung besar yang tetap buka pada bulan puasa. Warung-warung besar itu tidak tersentuh sama sekali,” tuturnya.
“Karena itu penting sekali untuk saling menghormati di bulan Ramadhan ini. Yang tidak puasa menghormati yang puasa. Kalau seperti itu maka tidak akan tejadi peristiwa eperti di Banten itu,” pungkasnya.(zul/rmol)