Usut Serangan Terduga ISIS Tangerang, Ini Hasil Penyidikan Densus 88
JAKARTA, SNOL Penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri telah melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mencari tahu jaringan Sultan Aziansyah (22), pelaku teror yang membabi buta di pospol Cikokol Tangerang Kota, Kamis (20/10) kemarin.
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, berdasar keterangan yang didapatkan dari keluarga Sultan, bahwa keluarganya sudah melihat keanehan pada dia sejak 2013.
Kondisi itu terlihat persis ketika Sultan masih berusia baru 19 tahun. “Yang dirasakan keluarga ada perubahan diri yang bersangkutan sejak 2013, antara lain ikut pendidikan LP3I dan banyak kegiatan luar yang keluarga tidak tahu,” beber Boy di Mabes Polri, Jumat (21/10).
Selain itu, lanjut Boy, Densus 88 Antiteror pun telah mengantongi telepon genggam Sultan. Di sana didapati banyak komunikasi mencurigakan antara Sultan dengan teman-temannya.
“Dari jaringan komunikasi terus dikembangkan. Kita juga masih selidiki konten akun ada blog dan website. Tim digital forensik lakukan upaya kloning dengan siapa saja percakapan dilakukan. Pernah bekerja sebagai karyawan berbagai programmer dan web design. Jadi, bahwa SA merupakan kelompok JAD tang berafiliasi dengan sel teror di Ciamis Pondok Ansharullah,” beber mantan Kapolda Banten itu.
Mantan Kabid Humas Polda Metro itu bercerita saat pelaku penusukan Kapolsek Tangerang terakhir kali berada di rumah, dia pamit kepada keluarga akan pergi ke Jakarta. Pamitnyaitu sekitar pukul 05.30 WIB.
“Alasannya mau ke Jakarta katanya ada panggilan kerja. Saat itu enggak diperhatikan khusus barang yang dibawa. Ketika itu memang membawa tas,” ujar mantan Kapoltabes Padang ini.
“Di akhir hidup, pelaku banyak menutupi hal yang dia alami kepada keluarga termasuk lingkungan,” sebut Boy.
Selain itu, penyidik Densus 88 juga telah menggeledah barang bawaan Sultan. Hasilnya ditemukan dua pisau, bom pipa dua, ada tas berisi celana panjang dengan motif loreng, ikat pinggang, korek, ada artikel pembatal keislaman sembilan lembar dalam bentuk print out, stiker lambang ISIS.
Lalu dilanjutkan penggeledahan di rumah pelaku dan didapatkan senjata tajam jenis samurai, dua pisau, ranjau paku, amunisi aktif, ada serbuk potasium sulfur dan alumunium, pipa sepanjang 50 sentimeter, potongan bom pipa.
“Panjangnya bervariasi ukurannya. Biasanya dipakai casing bahan peledak yang isinya potasium. Lalu ada betrai biasanya sebagai pemicu bahan peledak. Beberapa alat komunikasi. Ada buku berjudul petaka akhir jaman. Sangat mungkin mmpengaruhi pemikirannya. Ada stiker juga logo ISIS,” sambung dia. (elf/JPG)