UN Kacau, Wali Murid Takut Anaknya tak Lulus

KELAPA DUA,SNOL—Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA/sederajat yang kacau tak hanya membuat kecewa peserta ujian. Orang tua murid/siswa pun was-was dengan kejadian itu. Mereka khawatir nilai prestasi anak-anaknya merosot dan tidak lulus sekolah.

Seperti diungkapkan Gus Suyadi. Wali murid dan juga tokoh masyarakat Tangerang ini mengaku prihatin dengan kacaunya pelaksanaan UN baik SMP maupun SMA. Kejadian itu dikhawatirkan berdampak pada anjloknya nilai prestasi siswa. Bahkan Selasa kemarin, dia menerima banyak keluhan dari sejumlah orang tua murid SMP. Mereka takut anak-anaknya yang mengikuti ujian tidak lulus sekolah.

“Banyak orang tua siswa yang mengeluhkan kekacauan pelaksanaan UN. Mereka takut anak-anaknya ga lulus sekolah dan nilainya anjlok,” ujar Gus Suyadi kepada Satelit News, Selasa (23/4).

Ketua Departemen Komunikasi DPP PDI Perjuangan ini menjelaskan, salah satu kasus kekacauan UN terjadi di SMP Penabur Gading Serpong Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang. Dimana, para peserta UN harus menunggu hingga satu jam lebih untuk mendapatkan lembar soal ujian. Pihak sekolah berdalih ada keterlambatan pengiriman dari Dinas Pendidikan sehingga jadwal UN molor.

“Ini harus disikapi. Dinas Pendidikan harus bertanggungjawab atas kekacauan ini. Terlebih Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh. Dia harus mempertanggungjawabkan dan menjamin kekacauan ini tidak akan berdampak pada nilai prestasi siswa peserta ujian,” tegas Gus Suyadi.

Sekedar diketahui, meski tak terjadi penundaan seperti pada pelaksanaan UN tingkat SMA/sederajat, UN tingkat SMP yang digelar mulai Senin (22/4) juga diwarnai kekacauan. Sejumlah sekolah mengeluhkan kurangnya jumlah soal sehingga mengganggu lancarnya pelaksanaan ujian. Jaminan Dindik Banten yang menjamin kelancaran UN tingkat SLTP pun tak sepenuhnya terbukti.

Kekurangan soal terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Namun, kekacauan yang terjadi tak separah pada pelaksanaan UN tingkat SMA sehingga tak terjadi penundaan.

Di Kabupaten Tangerang, sebanyak lima sekolah dari 27 sekolah di Gugus 03 di Kecamatan Cikupa mengadukan sejumlah soal Bahasa Indonesia yang cacat, yakni sebanyak 4 halaman soal tidak ada dan 8 pertanyaan tidak tercantum di lembar soal. Hal ini sempat menyulitkan para peserta UN dan penitia ujian.

Kelima sekolah itu yakni SMPN 1 Cikupa, SMPN 2 Cikupa, SMPN 3 Cikupa dan lainnya. “Sebanyak 5 sekolah mengadukan soal yang cacat. Seperti tidak lengkapnya halaman yakni halaman 13, 14, 15 dan 16 yang hilang. Hingga 8 pertanyaan yang tidak tercantum di lembar soal. Kendala memang ada, tapi kami berupaya mengatasinya,” kata Ramlis Ketua Gugus 03 usai ujian kemarin.

Ramlis yang juga Kepala SMPN 1 Cikupa mengatakan, masalah tersebut bisa diatasi dengan mencari soal yang sama di sekolah terdekat dan difotokopi. Namun untuk soal yang tidak ada dan untuk menghindari siswa mengerjakan soal dua kali, pihaknya sudah membuat berita acara. (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.