Sheila Timothy dan Penghargaan dari Network Asian Film Festival (NAFF)

Cantik dan cerdas. Kedua kata ini lah yang menggambarkan sosok Sheila Timothy, produser film Pintu Terlarang dan Modus Anomali. Sepintas wanita 40 tahun ini tidaklah secantik Dian Sastro atau aktris yang pernah membintangi filmnya. Namun tanyalah dia soal prestasi berbagai film yang pernah dia buat bersama Joko Anwar, barulah Anda akan mengetahui istimewaan Sheila Timothy.
“Sedikitnya dua penghargaan internasional pernah kami dapatkan,” ujarnya saat tampil sebagai narasumber dalam seminar Ulcifest ketiga di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Selasa (27/3/2012).
Penghargaan pertama, juara tiga untuk filmnya berjudul Pintu Terlarang (2009). Dalam penghargaan Network Asian Film Festival (Naff) tersebut ternyata film garapan Sheila dan Joko disejajarkan dengan film sekualitas Dunia Lahiran Asia.
Pada ajang yang sama, film garapan terbarunya, Modus Anomali, menerima penghargaan sebagai juara satu. “Dari 23 naskah film yang masuk ke Naff, Modus Anomali lah yang menjuarai ajang tersebut,” aku Sheila.
Rencananya, film bergenre action tersebut akan tayang bulan depan. Penghargaan tersebut ternyata membuat Sheila terpacu untuk semakin banyak melahirkan karya menarik, untuk menghidupkan kembali perfilman berkualitas di negeri sendiri.
Produser tidak hanya investor yang membiayai biaya produksi film. “Namun lebih dari itu, kesuksesan suatu film malah bergantung pada produser dan sutradaranya,” jelas wanita pemilik Lifelike Pictures itu.
Makanya, setiap menggarap satu produksi film, Sheila mengaku selalu totalitas dalam penggarapannya. Saat berbicara di depan ratusan mahasiswa yang dianggapnya sebagai the next producer dan pelaku perfilman Indonesia, dia memuji banyaknya film dokumenter atau film pendek. Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan akan banyak generasi Indonesia yang akan menggantikan perannya.
Menurut Yenny Chandra, mahasiswa DKV penjurusan Cinematography yang bertindak sebagai ketua pelaksana, setidaknya ada 79 peserta dari mahasiswa dan SMA yang mengikuti Ultima Cinema Festival ketiga. “Dari 79 peserta se Tangerang-Jakarta, sekitar 20 pesertanya adalah pelajar SMA dari wilayah Tangerang dan sekitarnya,” ujarnya.
Nantinya, berdasarkan penilaian dari juri, akan ada 15 nominasi atau penghargaan yang diberikan untuk pembuat dan poster film terbaik. Kegiatan Ulcifest ketiga yang digelar hingga 29 Maret mendatang, terus mengkampanyekan pembuatan film secara original. “Tahun ini yang kami inginkan mahasiswa dan siswa bisa memahami dan menjunjung tinggi keoriginalitasan suatu karya,” ujarnya.(pramita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.