Ratusan Buruh Segel 2 SPBU
TIGARAKSA, SN Aksi penolakan terhadap rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus meluas. Kemarin (15/3), ratusan buruh yang tergabung dalam aliansi serikat buruh dan pekerja Kabupaten Tangerang bahkan menyegel dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di jalan Raya Bojong Pemda Tigaraksa sebagai bentuk protes kenaikan harga BBM.
Ratusan buruh se-Kabupaten Tangerang ini melakukan long march menuju kawasan pemerintahan di Tigaraksa. Di sepanjang perjalanan, mereka membagikan selebaran kepada pengguna jalan yang berisi penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM.
Para buruh juga sempat menyegel dua SPBU di kawasan Tigaraksa. Yakni SPBU 34-15708 dan SPBU 34-15704. Kedua SPBU itu dipasangi stiker bertuliskan “SPBU ini disegel oleh buruh dan subsidi ini untuk rakyat”. Tapi, aksi penyegelan ini tak berlangsung lama karena para buruh kembali melanjutkan aksi ke DPRD Kabupaten Tangerang.
Di depan Gedung DPRD Tangerang, pengunjuk rasa menuntut anggota dewan untuk berpihak kepada buruh dengan cara menolak kenaikan harga BBM. Empat wakil buruh lalu diterima oleh anggota dewan.
Buruh juga merasa bantuan langsung tunai (BLT) yang akan diberikan pemerintah merupakan bentuk sogokan kepada rakyat. BLT dianggap salah sasaran tidak efektif dan menjadi ladang korupsi baru.
“Kami menolak kebijakan menaikkan harga BBM dan kami minta nasionalisasi aset-aset Minyak dan Gas (Migas),” ujar Koswara, korlap aksi.
Kapolres Kota Tangerang, Kombes Bambang Priyo Andogo mengatakan demo berlangsung aman dan terkendali. “Semua berjalan aman dan tidak ada anarkis,” terangnya. Pihaknya juga akan terus mensiagakan personil hingga realisasi kebijakan kenaikan BBM dimulai.
Selain itu, Bambang mengatakan, juga akan terus memantau SPBU hingga beberapa hari ke depan. “Semua jajaran Polsek sudah saya perintahkan untuk mengamankan SPBU. Pemilik SPBU juga sudah kami panggil untuk dilakukan koordinasi,” kata Kapolres.
Terpisah, Kapolres Metro Tangerang Kombes Wahyu Widada mengatakan, untuk mengantisipasi gerakan massa dan menghindari tindak anarkisme di SPBU, pihaknya akan menerjunkan pasukan khusus di semua SPBU yang ada di Kota Tangerang.
“Ada 49 SPBU yang tersebar di seluruh Kota Tangerang, yang akan kami amankan. Setiap SPBU akan ada 15 personil saat aksi massa nanti. Total, akan ada 765 polisi yang akan kami siapkan untuk mengantisipasi semua kemungkinan yang terjadi saat gerakan massa dilaksanakan,” katanya saat ditemui di Mapolres Metro Tangerang, kemarin (15/3).
Wahyu mengatakan, setelah, aksi massa dilakukan di Kabupaten Tangerang pada Kamis (15/3), aksi serupa rencananya akan dilakukan di Kota Tangerang pada Senin (19/3), mendatang. Hal itu jelas jadi perhatian kepolisian sebagai pihak pengamanan, agar tidak ada hal yang mengancam kenyamanan dan keamananan warga yang tidak melakukan aksi. “SPBU pasti akan jadi titik sentral aksi. Makanya kami amankan,” tandasnya.
Disinggung soal kemungkinan tindak kriminal atas isu kenaikan BBM, seperti penimbunan BBM di sejumlah gudang penyimpanan barang yang tersebar luas di Kota Tangerang, pihaknya pun menegaskan sudah melakukan koordinasi dengan seluruh aparatnya di Polsek-Polsek, Kamtibmas, dan juga intelejen yang tersebar di seluruh wilayah untuk mengawasinya.
“Isu penimbunan BBM memang selalu ada saat BBM direncanakan naik oleh pemerintah. Hal itu juga jadi perhatian kami. Kita lihat nanti laporan dari aparat kami di lapangan dan juga laporan dari warga masyarakat. Kalau ada penimbunan BBM, akan kami sikat. Karena itu melanggar aturan Pidana,” tegasnya.
Masih berkaitan dengan pengamanan SPBU atas rencana aksi massa di Kota Tangerang, sampai saat ini, pihak kepolisian baru mendapatkan permintaan mengamankan untuk SPBU milik rekanan Pertamina saja. Sedangkan untuk SPBU milik asing, seperti Petronas, Shell, dan beberapa merek dagang BBM asing yang ada belum meminta pengamanan.
“Belum ada SPBU asing yang minta pengamanan khusus. Tapi, kami tetap akan mengamankan SPBU manapun yang ada di Kota Tangerang. Sebab pengamanan adalah kewajiban kami. Makanya, kami juga siapkan personil untuk melakukan patroli pemantauan SPBU ini,” kata Kapolres.
Di lokasi yang sama, Kapolsek Cipondoh Kompol Suyono menambahkan, di wilayahnya, gudang penyimpanan baraang yang berjejer di sepanjang Jl. Hasyim Asyari memang akan jadi perhatiannya. Sebab, ada indikasi para oknum yang biasa menarik keuntungan dari kenaikan BBM menyimpan timbunan mereka di pegudangan ini. “Aparat kami siap melakukan pengawasan di gudang dan pabrik,” tegasnya.(fajar aditya/pane/deddy)