Terduga Dalang Penyekapan dan Perampokan itu Warga Villa Ilhami
TANGERANG,SNOL Drama perampokan dan penyekapan terhadap pensiunan ExxonMobil terjadi Pondok Indah Jakarta Selatan, Sabtu (3/8) lalu ternyata melibatkan warga Tangerang.
Adhi Jhon Suyadi, salah seorang tersangka, tercatat sebagai warga Perumahan Villa Ilhami, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.
Adhi Jhon Suyadi dan seorang rekannya S menyekap keluarga Asep Sulaiman. Polisi kemudian datang dan membebaskan sandera. Empat sandera berhasil diselamatkan. Dua pelaku bersenjata juga berhasil dibekuk tanpa perlawanan dan kontak senjata.
Berdasarkan penyelidikan, aksi perampokan telah direncanakan Adhi. Dugaan ini terlihat dari perlengkapan yang dibawa pelaku ke lokasi. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan 4 sebo, peralatan untuk memanjat, senjata api.
Menurut polisi, aksi tersebut direncanakan bersama temannya di sebuah hotel di kawasan Tangerang. Tersangka AJS dan S diketahui berasal dari Sragen, Jawa Tengah.
“Pengakuan dari AJS ini ketemu di salah satu hotel di Tangerang untuk merencanakan aksinya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono ke pada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (4/9).
Adhi sempat dibawa ke rumahnya di Jalan Mina Blok J 10, No 15, RT 06 RW 12 Perumahan Villa Ilhami, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Sabtu (3/9) malam.
Dia tiba sekitar pukul 21.04 WIB. Adhi mendapatkan pengawalan ketat petugas. Dengan kondisi tangan terborgol, mereka bergegas masuk ke rumah. Di dalam rumah, keluarga Adhi sudah menunggu.
Petugas langsung menggeledah seisi rumah. Penggeledahan juga dilakukan di lantai dua rumah tersebut. Sekitar pukul 22.00 WIB, petugas keluar dari rumah bersama Adhi dan kembali masuk ke dalam mobil. Saat akan dimasukkan ke dalam mobil, Adhi tiba-tiba saja berteriak. Teriakan Andhy juga didengar oleh warga yang berada di lokasi.
“Ini kasus serius!,” teriak Adhy. Entah apa maksud dari ucapan Andhy tersebut. Namun, petugas yang berada di sampingnya langsung membekap mulutnya.
“Diam kamu, enggak usah banyak ngomong,” kata petugas.
Kombes Awi Setiyono me ngungkapkan polisi menemukan peluru aktif di rumah Adhi. “Pada pukul sekitar 22.30 WIB penyidik membawa tersangka ke rumahnya di Tangerang. Di sana melakukan penggeledahan, kami mencari beberapa barang bukti mendukung terkait kejadian tersebut dan di sana dapatkan 43 butir peluru kaliber 7,65 milimeter,”ungkap Awi Setiyono, kemarin.
Hasil lainnya, polisi menemukan sertifikat sekuriti atas nama tersangka AJS. Diketahui AJS pernah bekerja sebagai sekuriti di ExxonMobil dari tahun 2010-2016. Dari hasil pemeriksaan pula, AJS mengaku selama bekerja sebagai sekuriti di OT ExxonMobil, pernah mengawal korban.
“Yang bersangkutan mengaku pernah mengawal korban selama lima bulan tetapi secara bergantian dengan April 2016,” lanjutnya.
Dengan adanya latar belakang tersebut, polisi masih mendalami apakah peristiwa tersebut dilakukan pelaku karena dendam terhadap korban atau tidaknya.
“Ini perlu didalami, hasil pemeriksaan sementara tadi malam dan tersangka kita sudah didampingi pengacara, pada pagi hari ini kami akan melanjutkan,” tambahnya.
Saat ini tersangka AJS ditahan di Polda Metro Jaya. Sejauh ini, polisi menahan dia atas dugaan pasal percobaan pencurian dengan kekerasan sesuai Pasal 365 KUHP.
“Yang bersangkutan itu tertangkap tangan melakukan 365 (pencurian dengan kekerasan), karena tidak selesai perbuatan yang bersangkutan karena ada aparat kepolisian sehingga yang bersangkutan otomatis dengan tertangkap tangan kemarin harus ditahan,” paparnya.
Ketua RT 06/12 Villa Ilhami, Toto mengatakan istri Adhy Jhon terlihat shock dan pingsan ketika petugas Kepolisian masuk ke dalam rumahnya. Istri Adhi Jhon tak henti-hentinya menangis bahkan sempat pingsan.
Petugas melakukan penggeledahan di beberapa ruangan di dalam rumah Adhi, yakni di kamar tidur pribadi Adhy Jhon dan juga di ruangan lainnya.
“Tadi saya lihat di dalam kamar pribadi, dan itu agak lama. setelah kamar selesai terus ke ruangan sebelahnya. Namun yang di dalam kamar tidur agak sedikit lama,” ujarnya.
Terkait kepribadian Adhi, Toto mengaku tetangganya itu cukup bersosialisasi. Adhi tidak mempunyai gelagat yang mencurigakan. Ia sama seperti warga lainnya yang aktif bersosialisasi dengan lingkungan tempat tinggalnya.
“Enggak ada yang aneh, dia sama seperti warga lain suka bersosialisasi,” ujarnya. Namun, Adhi memang sering kali memperlihatkan foto senjata api yang diduga miliknya yang ia simpan di galeri foto Blackberry-nya. (panji/gatot/jpg/satelitnews)