BPN-PT KAI Bangun Kembali Mesjid Terdampak Jalur KA Bandara Soetta
BATUCEPER,SNOL Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) memulai langkah pembangunan sarana ibadah berupa mesjid yang direlokasi dari lahan terdampak jalur Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Masjid Jami Al Falah dibangun ulang lebih megah di lokasi barunya, di RT.03/01 Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Pembangunan mesjid yang berdiri di atas lahan relokasi seluas 614 meter tersebut bakal menelan biaya Rp7,5 miliar.
Masjid tersebut sebelumnya berdiri di atas lahan milik PT KAI. Tepatnya di Jalan Butik Syari RT 03 / RW 01 Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Bangunan mesjid terdiri dari dua lantai, dengan luas sekitar 330 meter persegi.
Namun karena perusahaan transportasi darat itu berencana melakukan pelebaran jalur kereta menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, mau tidak mau semua bangunan yang berdiri di atas lahan KAI harus dibongkar. Termasuk bangunan masjid tersebut.
Kepala BPN Kota Tangerang H Badrus Salim bersama Direktur Logistik dan Pengembangan PT KAI Budi Noviantoro, Jumat (28/10) melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali mesjid yang terelokasi tersebut.
Kepala BPN Kota Tangerang H Badrus Salim selaku Ketua Tim Pembebasan Lahan mengaku bersyukur lantaran masyarakat mau mengerti dan menerima pembebasan lahan masjid itu.
Badrus Salim mengatakan, sebelumnya BPN sangat kesulitan untuk melakukan pembebasan lahan yang di atasnya berdiri sarana beribadah, karena ada penolakan dari warga masyarakat. Namun setelah dilakukan sosialisasi dan pemahaman, akhirnya masyarakat pun menerimanya.
“Saya berterimakasih sekali kepada masyarakat karena disini sebelumnya cukup alot. Tapi ternyata dari upaya pemerintah setempat yang selalu memediasikan akhirnya masyarakat mengerti dan menerima. Tempat ini juga yang merupakan sarana ibadah yang pertama kali kami bebaskan,” jelasnya.
Masjid Jami Al Falah yang lama akan dibongkar setelah bangunan masjid yang baru sudah rampung dikerjakan. Badrus Salim memastikan pihaknya akan menyediakan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan masjid yang akan berdiri dengan dua lantai ini.
“Kami juga nanti akan memberikan legalitas atas bangunan masjid ini berupa sertifikat surat tanah, agar kedepannya tidak ada peristiwa yang tidak diharapkan,” pungkasnya.
Ketua Tim relokasi DKM Masjid Jami Al Falah Nurjaini menambahkan, pihaknya dengan ikhlas memberikan tempat ibadah tersebut digunakan untuk kepentingan Nasional.
Kendati demikian, masyarakat meminta agar masjid yang akan didirikan dari sebelumnya hanya seluas 330 meter persegi, dapat diperluas dan diperindah demi kenyamanan ummat dalam beribadah.
“Alhamdulillah mereka merespon baik dan memberikan kami relokasi dengan lahan 614 meter persegi dengan bangunan dua lantai. Kami juga berharap sekali mereka dapat mewujudkan mimpi kami bersama untuk membuat menara masjid,” tuturnya.
Camat Batuceper Mulyanto mengaku bersyukur dapat mendampingi masyarakatnya dalam meminta apa yang menjadi hak mereka. Sebelumnya Mulyanto mengaku sudah meminta kepada tim pembebasan lahan agar dapat mengganti lebih dari sebelumnya.
“Ya syukur Alhamdulillah, pihak pembebasan mau memenuhi dan mereka bahkan memberikan semua fasilitas untuk masjid tersebut. Saya juga meminta mereka untuk bangunan lama masjid Jami Al Falah bisa dirobohkan jika bangunan baru sudah berdiri dengan sertifikatnya,” tutupnya. (iqbal/jarkasih/satelitnews)