Koalisi dengan PDIP, PPP Usung Rano Karno di Pilgub Banten
SERANG,SNOL DPW PPP Banten sepakat mengusung calon petahana Rano Karno. Kehadiran PPP tersebut melengkapi kekurangan suara PDIP dalam mengusung petahana.
Sebelumnya, empat partai politik disebut akan mengusung pasangan Wahidin Halim- Andika Hazrumy (WH-Andika). Munculnya dua kubu pasangan calon, disebut pemerhati politik akan melahirkan pertarungan yang kompetitif.
Ditemui seusai pertemuan tertutup dengan di rumah dinas Gubernur Banten Rano Karno di Sumur Pecung, Kota Serang, Ketua DPW PPP Banten Agus Setiawan didampingi Bendahara PPP, Muflikhah mengaku sudah berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung Rano sebagai cagub.
“Kami koalisi partai, bukan hanya mendukung tetapi lebih dari mendukung. Soal wakil kita nanti akan ada dua varian (pili-han, red),” kata Agus. Ia menuturkan, pilihan tersebut akan disampaikan kepada Rano untuk dijadikan wakilnya dalam Pilgub Banten.
Pertama adalah enam nama yang sudah mendaftar dalam proses pendaftaran cagub dan cawagub di PPP. “Sebenarnya ada tujuh yang daftar, tapi Pak JB mengundurkan diri. Sisanya tinggal enam di antaranya, Andika Hazrumi, Haerul Jaman, ATN (Ahmad Taufik Nuriman), Eden Gunawan,” ungkapnya.
Pilihan kedua akan diberikan ke RK jika dari nama-nama yang telah mendaftar di PPP tidak masuk kriteria. “PPP punya kader berbobot, seperti saya dan Bu Muflikhah. Nanti akan kita so dorkan itu sebagai varian kedua. Dan apakah nanti nama-nama itu diterima atau tidak, tentunya kita juga harus mengembalikan se penuhnya ke DPP PPP,” jelasnya.
Namun yang jelas, ujar Agus, koalisi PPP dengan Rano Karno yang merupakan kader PDIP dan telah mengantongi rekomendasi sebagai cagub Banten sudah terbangun di tingkat DPP.
“Kursi kita di DPRD Banten ini hanya 8 dan kalau kita menginginkan kader masuk ke Banten 1, sedangkan PDIP ada 15 kursi, itu namanya ngelunjak,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, RK mengaku belum bisa memutuskan apa pun atas tawaran yang disampaikan PPP. Namun demikian dia selaku petugas partai akan siap melakukan apa pun jika sudah diperintahkan DPP.
Sebelumnya, usai menghadiri paripurna di DPRD Banten, dia mengatakan, akan berkoalisi dengan sejumlah partai lainnya seperti PKB dan PAN. “Kami akan membangun koalisi besar seperti di pusat,” ungkapnya.
Bahkan, kata dia, sebagai kader PDIP yang telah diperintahkan untuk mencari calon wakilnya akan segera diumumkan berbarengan dengan acara halal bihalal yang rencananya dihadiri Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarno Putri.
“Saya berharap Bu Mega ha dir, karena bisa saja nanti bareng dengan deklarasi (Rano dengan wakilnya),” ungkapnya
Pemerhati politik Untirta Gandung Ismanto munculnya pasangan WH-Andika akan membuat peta politik pada Pilgub Banten 2017 mulai kompetitif. Pasalnya, dengan duku ngan Hanura dan sejumlah partai lain akan melahirkan koalisi gemuk untuk menantang calon petahana Rano Karno.
Menurut Gandung, Rano yang selama mendominasi tingkat elektabilitas dalam berbagai polling menuju Banten satu, akan mendapat lawan seimbang, yaitu WH-Andika. RK sebagai incumbent suaranya akan terpecah oleh Andika yang juga akan memanfaatkan mesin politik ibunya, yaitu Ratu Atut Chosiyah.
“Kondisi politik seperti ini akan menjadi pertarungan yang kompetitif, karena Rano dan Andika masih sama-sama memanfaatkan mesin politik yang sama,” katanya.
Di atas kertas, kata dia, RK memang lebih unggul dari Andika karena RKmampu memanfaatkan sumber daya di tingkat provinsi, dalam kapasitasnya sebagai incumbent, tapi tidak di tingkat desa atau kabupaten. Hal ini berkaitan dengan konfigurasi politik di Banten yang cukup unik.
“Keunikan politik di Banten bisa dilihat dari dukungan kepala daerah Banten yang berafilisasi politik dengan partai atau calon-calon yang didukungnya,” katanya.
PDIP yang menjadi partai pendukung RK, belum tentu kompak di tingkat kabupaten. “Sebagai contoh, PDIP di Lebak nanti belum tentu akan mendukung RK, karena RK dengan Mulyadi Jayabaya memiliki friksi yang kuat,” ucapnya. (rus/cr-4/aep/gatot/bnn/satelitnews)