Jalan Wisata Religi Cikadueun Rusak Parah
Komisi III DPRD Minta DPUPR Segera Bertindak
CIPEUCANG,SNOL–Jalan menuju lokasi wisata religi makam Syekh Manshur Cikadueun, Desa Cikadueun, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, sekitar 800 m2, rusak parah. Selain berlubang, banyak yang digenangi air, licin, juga jalannya bergelombang. Bagi pengendara roda dua yang melintasinya, akan sangat terasa sekali.
Seorang warga setempat, Sulisiah mengatakan, jalan menuju rumahnya dan penziarahan makam Syekh Manshur itu, sudah hampir setahun lebih dibiarkan rusak parah. Sampai saat ini, belum ada tanda – tanda perbaikan oleh aparat terkait, maupun instansi tertentu dilingkungan Pemkab setempat.
“Jalan ke Kampung kami ini, jalur hidup dan tidak henti-hentinya tamu dari luar daerah, bahkan tamu dari luar negeri sering melintas jalan sini, lalu lalang mengendarai roda dua atau jalan kaki, khususnya saat hendak berziarah ke makam Syekh Manshur. Sayang, kondisi jalannya saat ini masih rusak parah,” kata Sulisiah, Minggu (20/5).
Katanya, bukan hanya pribumi saja yang setiap harinya beraktivitas menggunakan jalan tersebut, mengeluh atas kondisi jalan itu. Tetapi, para tamu yang datang ke lokasi wisata religi tersebut, sering mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.
“Setiap tamu yang mampir ke warung saya, banyak juga sih yang mengeluhkan kondisi jalan ini. Bahkan, sering bertanya kepada saya kenapa nggak di bangun-bangun oleh Pemerintah ya ?, saya juga jawab tidak tahu dan bingung,” ujarnya.
Ditambahkannya, pada pekan lalu jalan tersebut sudah dilakukan pengukuran. Akan tetapi, soal kejelasan akan dibangun atau tidaknya katanya, ia tidak mengetahuinya. “Belum jelas sih, baru terlihat mengukur saja. Mau kami, secepatnya dilakukan pembangunan. Jangan di hotmix, harus di beton, biar tidak cepat rusak,” harapnya.
Ketua Komisi III DPRD Pandeglang, Iing Andri Supriadi mengatakan, pada tahun lalu, pihaknya sudah mendorong agar disemua jalur wisata baik itu religi atau bukan, harus segera dilakukan pembangunan infrastruktur jalan. Karena, jalur itu urat nadi pembangunan dan dapat member kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pokoknya, semua jalur wisata kami usulkan untuk perbaikan jalannya, termasuk Cikaduen. Kalau tidak salah, tahun ini ada pembangunan untuk jalur tersebut. Nanti kami pertegas lagi kepada dinasnya. Kalaupun tidak ada, nanti kami perjuangkan di anggaran perubahan,” ungkap Iing.
Sementara, sampai diterbitkannya berita ini, pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, belum bisa dikonfirmasi. (nipal/mardiana)